sexta-feira, 27 de maio de 2011

Tujuh (7) Pertanyaan-Pertanyaan Sulit Bagi Ilmuwan


Menurut laporan Inggris, seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan sosial masyarakat, orang-orang telah memiliki pengetahuan yang lebih dalam terhadap sejumlah besar hakekat hal ihwal. Namun terhadap sejumlah soal lainnya hingga sekarang para ilmuwan tetap masih belum dapat memberikan jawaban dan penjelasan. Seperti:

1. Apakah anjing memiliki rasa humor?

Ilmuwan meneliti inteligensi binatang, mereka semakin mengakui suatu pandangan demikian: perilaku binatang bukan hanya bereaksi secara insting, tapi suatu reaksi bawah sadar, substansi pemikiran mereka membuatnya memiliki kemampuan merasakan suka, marah, sedih dan gembira bahkan rasa humor melalui organ sensornya.
Misalnya peneliti telah mendapati, bahwa gajah dapat mengenali dirinya dalam cermin (banyak anak-anak yang belum tentu dapat berbuat seperti demikian) orang utan (atau mungkin sejumlah unggas) dapat belajar sejumlah bahasa tingkat permulaan serta membuat suatu peralatan yang rumit.
Bisa dibayangkan, jika burung dapat membuat cantolan (kait) dengan kawat listrik, untuk dipakai mengait makanan dari kaleng, maka bukankah sangat kejam kalau menggunakan mereka sebagai percobaan yang menyiksa?

2. Bagaimana asal muasal kehidupan?

Kalau anda ingin mempersulit seorang ahli biologi, anda cukup menanyakan bagaimana asal muasal kehidupan ini. Sejak 150 tahun silam, Darwin terus berpikir dan menurutnya bahwa segala kehidupan di atas bumi berasal dari “prebiotic soup”. Namun hingga sekarang, kita masih memikirkan asal muasal kehidupan ini.
Kita tidak tahu berbagai pengetahuan yang yang berhubungan dengan asal muasal kehidupan, misalnya bagaimana mulanya, darimana dan kapan kehidupan itu dimulai, serta apakah kehidupan itu mulai dari hidup hingga mati hanya sekali atau berlangsung berulang-kali dan sebagainya.
Sejumlah ilmuwan menduga, kehidupan berasal dari bawah tanah, atau di sekitar bibir semburan gunung berapi. Sedang para ilmuwan lainnya menduga, bahwa mikroba tunggal adalah nenek moyang segala makhluk hidup di bumi. Kurang lebih pada 3 milyar tahun silam, planet Mars kala itu hangat dan lembab, sedang bumi hanya sebuah padang pasir yang dingin, mikroba-mikroba tunggal ini terbang ke bumi seiring dengan hancuran ledakan batuan di planet Mars. Menurut pandangan ini, berarti kita semua adalah manusia dari planet Mars. Namun hingga saat ini, semua dugaan-dugaan ini belum pernah dibuktikan. Jadi tidak dapat meyakinkan orang. Asal mula kehidupan, besar kemungkinan merupakan misteri yang paling misterius di alam semesta.

3. Apakah reaksi batin hanya omong kosong?

Sebagian besar ilmuwan mengatakan tidak percaya dengan fenomena abnormal, sebab fenomena-fenomena ini menyalahi prinsip normal dan tidak dapat di jelaskan melalui percobaan. Namun apakah kita bisa mengatakan bahwa terapi kristal (menggunakan energi kristal agar “Medan magnetis organisme” tubuh manusia kembali dalam kondisi “seimbang” dan reaksi batin itu adalah omong kosong?)
“Fenomena abnormal” meliputi kekuatan Gamma (δ), “spiritual”, ocehan era baru (new century), ramalan bintang, ramalan kartu/tarot, para ilmuwan punya alasan menganggap bahwa fenomena abnormal adalah suatu ilmu pengetahuan gadungan. Namun ilmuwan justru sebaliknya, mereka cermat dan rasional dalam keilmuan, kerap mempublikasikan temuan riset terbaru mereka di majalah Science terkemuka.”

Namun ketika terapi kristal dan teknik ramalan bintang diyakini hanya sebagai suatu hiburan dan bukan ilmu pengetahuan, lalu bagaimana dengan reaksi batin, terapi akupungtur dan teknik hipnotis? ini masih perlu diteliti secara ilmiah. Dan sudah barang tentu, reaksi batin mungkin juga akan dibuktikan sebagai suatu berita burung, siapa tahu? tidak peduli bagaimana hasilnya, harus berusaha menemukan fakta yang sesungguhnya.

4. Apa waktu itu?

Jika anda ingin mempersulit seorang fisikawan, tanyakan padanya: “Apa itu waktu?” sebab, kita tidak akan tahu jawabannya.
Ada sebuah rumor yang mengatakan, waktu adalah senjata gaib alam yang menghalangi segala benda melakukan aktivitas secara bersamaan. Waktu bisa mendefinisi kehidupan kita, sebab kita mengandalkan waktu untuk mengukur hidup. Namun dalam hal apa itu waktu, kita sama seperti orang zaman dahulu, juga tidak tahu apa-apa. Dan sudah barang tentu, ini bukan berarti kita tidak tahu apa yang telah dilakukan waktu. Fisikawan seperti Einstain, dimana dalam hal karakteristik tentang waktu punya pandangan yang dalam. Jadi kita bisa memberi sebuah tanda pada waktu, kemudian masukkan waktu ke dalam persamaan yang tidak sama, sehingga dengan demikian kita bisa meneliti sejumlah besar fenomena dan menarik kesimpulan.
Akan tetapi, ini belum bisa memberi tahu kita sebenarnya apa itu waktu. Apakah merupakan sebuah “sungai” yang mengalir dari masa lampau ke masa depan? jika ya, lalu sungai apakah itu? Apa yang mendorongnya bergerak dan berdasarkan apa kecepatan arus sungai itu mengalir? jika waktu adalah sebuah sungai, apakah bisa mengalir ke atas menembus sungai ini? dan apakah kita bisa sepenuhnya menghentikan arus sungai yang mengalir ini?
Novelis fiksi mengatakan ini memungkinkan. Yang mengherankan kita adalah, fisikawan juga beranggapan seperti ini. Namun sebelum kami menciptakan sebuah mesin waktu, kami harus mengetahui betul terhadap waktu yang sukar di raba dan mudah lenyap dalam sekilas ini. Hingga terakhir nanti, kami akan menyingkap misteri-misteri yang misterius ini. Namun jika memang demikian, maka dipastikan akan muncul lebih banyak lagi misteri. Mungkin satu-satunya yang layak terhibur adalah, apabila kelak kita dapat menyingkap semua misteri, dan jika benar-benar terpecahkan, maka segalanya akan menjadi hambar.

5. Mengapa obesitas dari hari ke hari kian meningkat?

Pada 100 tahun silam, di dunia nyaris tidak ada satu pun kasus obesitas, selama 100 tahun itu, obesitas telah menjadi krisis yang tiada taranya dalam sejarah penyakit manusia. Jika dikalkulasi menurut situasi saat ini, kita akan semakin kelebihan berat badan.
Sebab obesitas sangat jelas: makan terlalu banyak, kurang olahraga. Namun kondisinya tidak sesederhana ini. Pertama jarang sekali yang mengetahui, di sejumlah besar negara “obesitas” di barat, misalnya Amerika Serikat, kalor yang dibuang orang-orang jauh lebih sedikit dibanding kalor yang dihabiskan orang-orang pada 50 tahun silam. Dibanding dengan orang-orang pada 1950 silam, kita jarang jalan kaki, yang menggantikannya adalah sejumlah besar kendaraan bermotor. Obesitas mulai tumbuh subur sejak 1980, dibandingkan ketika itu, olahraga yang sangat kurang dilakukan.
Sejumlah besar ilmuwan yakin, bahwa dibalik suburnya obesitas pasti terpendam sebuah misteri yang mendalam. Sejumlah ilmuwan pernah menuturkan, obesitas mungkin disebabkan oleh suatu virus, atau dapat dijelaskan dengan ilmu genetika.

6. Apakah manusia bisa awet muda?

Apa kita bisa awet muda? mungkin bisa, mungkin juga tidak. Mencegah penuaan merupakan salah satu hal yang paling tidak suka dibicarakan para ilmuwan, sebab ini dapat menimbulkan serangkaian masalah seperti moral dan logika atau hal-hal yang memusingkan kepala.
Pertama, pada kenyataannya kita tidak tahu apa sebenarnya penuaan itu. Dalam pandangan kita, ketika kita sudah tua, tubuh atau fisik juga akan dengan sendirinya ikut tua. Namun kenyataannya tidaklah demikian. 20 tahun pertama usia kehidupan kita, fisik kita dari hari ke hari semakin berisi dan kuat, fungsi tubuh kita kita kian hari semakin efektif, kemampuan melawan penyakit semakin kuat. Namun, mengapa di hari-hari selanjutnya (usia bertambah), semuanya menjadi sangat berlawanan?

Menurut teori evolusi penuaan, mengapa fungsi tubuh kita mulai mengalami penuaan adalah diperkirakan saat usia 30-50 tahun manusia akan mati karena kedinginan, kelaparan dan mati di mulut harimau buas dan sebagainya. Namun kalau kita tidak bisa hidup begitu lama, kita sama sekali tidak perlu evolusi, untuk menghadapi sakit saat tua nanti. Tetapi ini tidak bisa menjelaskan, dimana ketika kita menjadi tua, perubahan apakah yang telah mengubah “lonceng” gen, sehingga membuat kulit kita menjadi kering, rambut menjadi putih, tulang menjadi rapuh. Hanya setelah kita mengetahui betul apa yang menyebabkan perubahan ini baru memungkinkan mengambil langkah-langkah melawan penuaan.
Namun kita akan menghadapi satu masalah moral: apakah kita bersedia hidup di sebuah dunia yang manusianya tidak akan tua selamanya? atau dengan kata lain, apakah kita benar-benar bersedia hidup di dunia seperti itu jika hanya sejumlah kecil golongan elite masyarakat yang beruntung baru bisa menikmati perlakuan awet muda ini?

7. Semenit saya yang lalu apakah sama dengan saya sekarang ?

“Apakah saya masih sama seperti satu menit yang lalu?” ini kedengarannya seperti sebuah pertanyaan yang sangat aneh! Namun ini adalah satu soal yang paling memusingkan dalam segenap ilmu pengetahuan dan dunia filsafat. Yaitu soal pengakuan jati diri. Secara permukaan, jawabannya jelas adalah: “sudah pasti, saya adalah orang yang sama pada semenit yang lalu. Namun coba renungkan lagi sejenak.”
10 menit yang lalu, semua hal yang dilakukan setiap sel dalam otakmu sama sekali berbeda dengan hal yang dilakukan sel otak anda sekarang. Setiap berselang beberapa tahun, tubuh anda hampir sepenuhnya berganti sekali. Apakah dapat Cutty Sark dibuat kembali dengan kayu yang baru dan berbagai komponen baru itu, apakah akan sama persis dengan Cutty Sark yang berlayar di atas laut pada 150 tahun silam itu? Terhadap hal ini, jawaban teori pemurnian adalah: “Tidak”. Dengan begitu, anda bukan lagi anda dimasa kanak-kanak itu. Pertanyaan ini menunjukkan, bahwa pertimbangan kita terhadap individual selalu berkontradiksi dengan suasana nyata yang sedang terjadi. Dan bagaimana kita mengakui jati diri satu orang yang sama, apakah berdasarkan DNA atau sesuatu lainnya yang lebih samar-samar lagi?

Husi: Moises V. Lopes
Alumni, Universidade da Paz (UNPAZ)
Fakultas, Hukum-Pidana
Angkatan, 2003

quinta-feira, 26 de maio de 2011

Krisis Kedaulatan Pangan


Saat ini, di negara-negara belahan dunia sedang mengalami krisis pangan. Sumber dari krisis itu ialah naiknya harga pangan dunia, seperti gandum dan jagung. Hal itu terjadi pada negara-negara yang memang memproduksi kedua jenis pangan tersebut. Jenis pangan itu banyak dibutuhkan oleh penduduk dunia. Kenaikan harga pangan terjadi akibat penurunan jumlah produksi karena terjadi anomali cuaca yang menjadikan produksi kedua jenis pangan tersebut merosot sampai 20%, sehingga mempengaruhi harga dan kebijakan ekspor negara yang memproduksinya. Akibatnya, harga gandum dunia melonjak akibat keterbatasan ketersediaan gandum. Oleh karena itu, krisis pangan yang banyak diberitakan oleh media massa saat ini ialah tentang krisis pangan di negara penghasil komoditi pangan pokok dunia Barat.
Apakah Indonesia mengalami peristiwa krisis pangan? Indonesia terkena imbas adanya kenaikan harga komoditi gandum dan jagung, sebab Indonesia banyak tergantung impor pada produksi kedua pangan itu. Semisal, masih banyaknya konsumsi makanan kita yang bergantung pada gandum dan jagung. Akibat kenaikan dua jenis pangan itu dapat menaikkan harga pangan lain.

Selain itu, anomali cuaca di negara-negara pengekspor beras juga turut mempengaruhi penurunan jumlah produksi, sehingga negara-negara itu irit mengekspor ke negara lain untuk memenuhi kebutuhan di dalam negerinya sendiri. Tentu, hal itu bisa mempengaruhi tingkat harga beras karena keterbatasan jumlah produksi. Sementara itu, Indonesia sendiri mengalami krisis pasokan beras yang ada di dalam negeri karena anomali cuaca yang menyebabkan iklim hujan tidak tentu. Beras sendiri merupakan bahan pokok pangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, untuk memenuhi stok pangan nasional, Pemerintah berencana memberlakukan peraturan tanpa bea masuk untuk komoditas impor. Hal itu dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan.

Akan tetapi, menurut Dr. Dyah Ismoyowati, M.Sc., arti dan maksud dari sifat ketahanan pangan seperti terkesan ‘menghalalkan cara’ untuk menjaga ketersediaan pangan yang dibutuhkan agar harga dapat terjangkau. Keberadaan pangan murah itu dinilai merugikan petani. Akibatnya, kondisi pertanian Indonesia menjadi sangat inferior dibanding bidang lain. “Petani bukan merupakan pricemaker, tapi pricetaker,” ujar Kepala Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM itu. Harga pangan diatur oleh Pemerintah, dan harga itu dijadikan sangat murah agar masyarakat lain bisa membeli. Seandainya masyarakat tidak dapat membeli, maka dikhawatirkan adanya gejolak sosial. Dengan demikian, ketentuan harga pangan yang murah dan penyediaan pangan oleh kebijakan impor merupakan cara ketahanan pangan. Padahal, menurut Dyah, seharusnya cara pemenuhan kebutuhan pangan harus dilandaskan pada spirit kedaulatan pangan. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM itu menyoroti kedaulatan pangan sangat diperlukan untuk mendukung produksi pertanian di dalam negeri, tanpa bergantung pada kebijakan impor dari negara lain.

Selama ini, murahnya harga pangan ditentukan Pemerintah berdasarkan tingkat pendapatan masyarakat Indonesia yang masih rendah sehingga harga pangan dibuat murah. Sesungguhnya, menurut Dyah, seandainya tingkat pendapatan rakyat Indonesia tinggi, masyarakat dapat membeli kebutuhan pangan selama harganya bisa dijangkau oleh tingkat pendapatannya. “Lain apabila pendapatan masyarakat tidak tinggi, sedangkan harga kebutuhan pangan tinggi, maka akan timbul gejolak,” ujarnya.
Sebaliknya, pendapatan masyarakat Indonesia selama ini masih rendah. Ditambah lagi, ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan kerja dengan upah yang tinggi. Dengan begitu, harga pangan ditekan agar murah. Caranya mengusahakan impor, agar harga komoditas pertanian yang ada di dalam negeri menjadi murah. Inilah yang kemudian barangkali bisa disebut sebagai krisis pangan. Krisis kedaulatan pangan.
Di samping itu, menurut Ir. Rachmat Gunadi, M.Si., Pemerintah seolah tidak punya perhatian terhadap kondisi pertanian saat ini. “Mereka tidak memperhatikan tentang produksi beras, yang mereka perhatikan adalah berasnya,” ujar Direktur Utama PT Pagilaran itu. Rachmat, yang juga dosen di Fakultas Pertanian UGM, menilai bahwa Pemerintah hanya tahu tentang berasnya saja. Oleh karena itu, pemerintah hanya tahu dengan stok pangan, tanpa tahu proses produksi dan jumlah populasi yang mesti dipenuhinya. Dengan begitu, Pemerintah kadang terpukau oleh cara mudah untuk mendapatkan beras yakni dengan bekerjasama dengan importir.

Importir dan Pemerintah sendiri kerap ‘main mata’ untuk sama-sama mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dibeli dari pengekspor negara asal untuk dijual di dalam negeri. Menurut Rachmat, negara yang surplus produksi berasnya sering ekspor dengan harga jual murah atau sebagai bentuk derma. Hal itu dilakukan pemerintah tersebut agar harga pangan di dalam negerinya tetap mahal dan pendapatan masyarakat menjadi tinggi. Di Indonesia, harga pangan murah impor itu dijual ke masyarakat Indonesia dengan harga pasarannya. Semisal, Rachmat mencontohkan, harga beras dari Vietnam Rp1.000, di Indonesia bisa dijual Rp5.000. “Nah, pengimpor bisa membayar Rp1.000 untuk siapapun agar bisa lancar,” katanya.
Padahal impor jelas-jelas membawa efek pada harga pangan yang murah. Hal itu dengan jelas menjadikan harga pangan petani lokal harus bersaing dengan harga pangan impor yang murah. Di samping itu, impor juga membawa konsekuensi ambivalensi antara Jawa dan luar Jawa di dalam masyarakat Indonesia. Selama ini, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah sangat bergantung pada beras. Sedangkan, luas lahan produksi beras yang terluas ada di pulau Jawa. Artinya surplus petani Jawa dijual keluar daerahnya. Seandainya harga beras dari Jawa mahal, maka bisa jadi alasan masyarakat daerah luar Pulau Jawa untuk mencari harga pangan yang murah. “Masak harga beras di Jawa lebih mahal ketimbang dari Vietnam,” ujar Rachmat.
Selain pengaruh kebijakan pangan di atas, krisis pangan juga bisa disebabkan oleh anomali cuaca.

Tetapi menurut Rachmat, anomali cuaca itu tidak berefek cepat terhadap kondisi pertanian. Lagipula petani memiliki kearifan lokal. “Jangan dikira mereka bodoh dan tidak tahu cara penanganannya,” ujarnya. Hal tersebut dibuktikan oleh Rachmat sendiri dengan hasil penelitiannya di Gunung Kidul dan Subang. Di Gunung Kidul, air hujan jarang. Sementara itu, di Subang air berlimpah. Ini berefek pada cara bertani masyarakat di kedua tempat. Di Gunung Kidul, masyarakat cenderung banyak menanam jenis tanaman pangan selain beras, seperti jagung, singkong dan kacang. Sementara itu, di Subang masyarakatnya cenderung hanya menanam satu jenis tanaman pangan saja yakni padi. Oleh karena sifat daerah jarang air, maka masyarakat di Gunung Kidul tidak sekadar bergantung pada beras saja. Mereka bisa menanam jagung, singkong, kacang dan lainnya. 

Sedangkan di Subang hanya beras saja, dan mereka bisa panen setahun tiga kali. Dengan begitu, menurut Rachmat masyarakat di Subang ini cenderung tidak swasembada dan tidak punya sistem sosial ketahanan pangan. Oleh karena itu, menurut Rachmat, krisis pangan bisa juga disebabkan oleh ketahanan sosial.

KONA-BA KONFLINTOS ARTEMARSIAIS: EMA HOTU IHA RESPONSABILIDADE KA LAE...??


(Timor Post, 20, April, 2011)

Sita husi Jornal Timor-Post iha leten ne’e bolu atensun ba ita hotu nia preokupasaun. Maibe akontecementu ida ne’e bebeik tiha ona iha ita nia let kuaze iha teritoriu Timor-Leste laran hotu. Vitima ba vitima barak ona, atusaun autoridade estadu ho institusaun siguransa mos halo asaun husik let nafatin. Sala se los iha biban ida ne’e? Hanesan problema nebe’e akontese dadauk iha distrito Ainaro, sucu Cassa, konflitus artemarsiais entre PSHT ho KORK harahun no sunu ema nia uma hamutuk tolu nulu resin tolu (33). Nomos ita nia Presidente da Republika Jose Manuel Ramos Horta, mos prekupa tebes hahalok at sira halo husi artemarsiais sira ne’e “Polisia Nasional Timor Leste Tenke kaer Lider Artemarsiais” (Jornal Diario loron 21 April 2011) Tamba sa artemarsiais ne’e la iha hun no rohan ? Iha ita rai ohin loron ema rona lian fuan artemesiais sira ne’e ema baruk ona. Buat ida artemarsiais ne’e ita tama laos atu buka baku malu, sobu, ema nia uma, at liu tan halo ema nia sasan uma laran nian halo rahun hotu.

Problema artemarsiais laos ohin no horiseik deit, tinan barak ona akontese hela iha komunidade nia laran, halo komunidade lao ba mai ladiak, lao ba escola ladiak, lao servisu mos ladiak, buat hotu-hotu sira mak iha liu lei nia leten hotu. Agora hau iha perguntas ida hanesan ne’e iha ita nia nasaun ne’e Estadu mak bo’to liu ka? Ou Artemarsiais mak mak bo’ot liu Lei hotu iha Timor Leste? Hau hakarak hatunan uituan lian fuan maun Frei Guterres Maulory nia  dehan “Lei Mak Sai Komandante ka Maun Abut Mak Komandante?” 

Problema sira ne’e hotu ita hotu hanoin tok hamutuk oin sa mak bele iha solusaun? fo hanoin lisuk ba publiku katak problema artemarsiais lais ohin no laos horiseik, maibe bebeik ona akontese hela deit iha Timor. Oinsa atunsaun husi ita nain ulun sira Governo no Estadu hola medidas sai mak bele, bele halo hasoru grupu artermarsiais sira ne’e? 

Iha tinan kotuk iha distrito Baucau no iha distritu seluk mos problema sempre acontese hela deit  tamba sa mak akontese? Ita Timor Leste ne’e mesak ema Timor oan deit, tempo agora ita prejija duni dame malu nafatin  hosi nune nasaun ne'e ba desenvolvomentu sai diak. Nomos horiseik sira le’e carta declarasaun ida iha distritu Liquisa, iha ne’eba sira le’e ona sira atu zura ba oin sira lakoi halo tan problema. Organizasaun ne’ebe mak zura hamutuk ne’e mak hanesan; Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), KORKA, Kungfu Master, Taekondo, Pazajaran, THS, Sinko-Sinko, no, Sete-Sete. Orginizasaun ne’e hotu zura ona iha media elektronika nia oin, hanesan TVTL no Radio, ba oin sira hotu hakribi ona violensia.

Ita hotu povu hein to’ok organizasaun sira zura ne’e tebes ka lae? Keta sira nia elementu barak mak implementa ne’e bosok mak barak liu. Husu mos ba hefe organizasaun hotu-hotu tenke hanorin nia elementu ne’ebe mak la tuir lei organizasaun tenke fo sansaun saida ba sira, hodi nune sira bele halo tuir lei organizasaun nian. Se problema barak-barak nafatin ema entranjeiro mos lakoi mai halo enveste sira nia companha iha ita  nasaun Timor Leste. Husu ba ita maluk Timor oan tomak ne’ebe mak tuir organizasaun sira ne’e hakribi ona violensia at sira ne'e. Se la ita tan se tan mak atu ukun nasaun Timor Leste ida ne'e..? **



Polisia Nasional Timor Leste: Video Porno


PNTL: Video Porno

Husi; Atay Lariwa*)

“PNTL ne’e atu hala’o lei no orden, PNTL la’os atu ba halo fali pornografia” dehan Prezidenti Parlamentu Nasional (PN), Fernando de Araujo Lasama, (DN, 21/04/2011).
Kouta iha leten ninia sintidu  ba se los? Ba instituisaun PNTL ka governu? Ou oknum PNTL ka se? Kouta iha leten konvida ita hotu nia hanoin no espresaun ba kazu video porno ne’ebe oknum Polisia Nasional Timor-Leste (PNTL) komete. Maibe, tuir hau karik  kouta iha leten nudar  reflesaun klean ida ba governu, membru PNTL tomak, inklui Komandante Jeral PNTL rasik. Tanba saida mak hau dehan nudar reflesaun ida ba sira? Tanba durante instituisaun PNTL ne’e estabelese iha 2002 sempre hamosu duvidas no hahoris krizi konfiansa husi povu. Aktu supreza ida ne’ebe insituisaun PNTL komete mak krizi politika militar 2006 tanba  sai nudar hun no abut ba krizi ne’ebe refere. Erro boot ne’ebe PNTL komete halo povu Timor-Teste tomak sai vitima. Maibe sira nafatin rai esperansa katak PNTL nudar sira nia istituisaun ne’ebe iha dignidade ne’ebe as hodi tane no garante soberania nasaun Timor-Leste.
Wainhira ita hare’e husi akontesementu pasadu ne’ebe PNTL komete,  ita bele katak  nudar lisaun moruk ida ba povu maubere tomak inklui saudozu sira ne’ebe fo an ba mate hodi rai lulik ida ne’e hetan independensia. No, sira hein ho laran metin atu bele instituisaun PNTL bele aprende husi lisaun moruk ne’ebe iha hodi perpara an sai nudar instituisaun ne’ebe iha kredibilidade no profesionalizmu. Maibe, mehi no esperansa povu no saudozu hirak ne’e sai folin laek. Instituissaun PNTL hahu fila fali komete erro ne’ebe at liu tan iha fulan April liu ba. Erro ne’ebe amoral, erro ne’ebe halo ema tomak fo nia espresaun negativu ba instituisaun ne’e.
Mai ita hakat tuir tok akontesementu pasadu seluk ne’ebe sai meta ba publiku hodi kestiaona konaba inkapasidade no profesionalizmu PNTL, hanesan  membru PNTL tiru mate kolega Valdamir iha Delta Nova, 2009, membru PNTL halo torturasaun ba joven Atauro, Leo Kamkose ne’ebe problema ne’e to’o iha Parlamentu Nasional. No, akontesementu lubuk ida ne’ebe rezulta ema oho malu nab-naban hafoin simu poder seguransa husi United Nation Police (UNPOL) iha 27 Marsu 2011. Husi korenti akontesementu ne’e ema barak fo nia hanoin lisuk katak instituisaun PNTL labele duni ka ladauk prontu atu simu responsabilidade seguransa internal iha nasaun ida ne’e. Mosu perguntas ida, tuir lolos banhira mak instituisaun PNTL bele sai profesional? No, se mak iha responsabliza? Ou, oinsa perpara PNTL sai insituisaun ne’ebe profesional? Karik nia resposta barak liu. Maibe, persiza iha resposta ida atu nune’e bele dada sai instituisaun PNTL husi imajen at ne’ebe iha.
Tanba saida mak persiza iha resposta ida? Mai ita halo reflesaun tok ba tempu pasadu. Karik tuir boot sira sala. Maibe  ida ne’e mak hau nia hanoin duni. Katak, durante tinan 11 nia laran instituisaun PNTL sempre fo mensagen metan ba povu no nasaun ida ne’e. Mensagen metan hirak ne’ebe hau sita iha leten ladauk hetan solusaun, hahu fila fali ho publikasaun supreza boot hasoru instituisaun PNTL liu husi media konaba involvimentu oknum polisia iha video porno.  Publikasaun supreza ne’e sai lia foun ba Jornal Diariu Nasional Head Line  “Longuinhos Lamenta, Deskonfia Video Porno Oknum PNTL Espalha iha Publiku” (DN, 20/04/2011).  Lia foun ne’e halo povu Timor-Leste hakfodak kahur ho hirus no triste. Sira tuur tane hasan hodi hare’e ninia instituisaun ne’ebe durante ne’e sira rai hela fiar no esperansa. Sira triste tanba instituisaun governu ne’ebe  hari’i ho ruin no ran aswain sira ne’e sai fali autor ba hahalok amoral ne’ebe kontra objetivu ukun rasik an. Katak, defende kultura, no moris nudar povu ne’ebe iha degnidade humanu no  la’os povu ne’ebe komunista.
Efeitu husi publikasaun supreza ne’e hetan reasaun oi-oin husi entidades tomak iha nasaun doben ida ne’e.  Hahu husi Parlamentu Nasional, Universitariu, Igreza, Komando PNTL no Sosiadade Sivil iha Timor-Leste.  Igreja rasik, liu husi  Padre Parokia São Jose Aimutin, Pe. Pankratius Rehi Kandelu kondena maka’as hahalok amoral ne’ebe deskonfia involve husi oknum PNTL. “Se Karik ne’e mak los duni, hau hanoin ida ne’e kasihan teb-tebes, tanba ita hare’e husi aspeitu moral lolos sira mak atu defende maka’as povu atu labele monu ba hahalok amoral ne’e. Kuandu polisia mak hatudu hahalok at liu ba povu sira, hatudu dignidade instituisaun PNTL”, dehan nia, (DN, 21/04/2011).
Karik los. No, los duni. Video porno ne’ebe ho medida file 455, 225kb, size 444mb ne’ebe dadaun espalla iha publiku ne’e la’os deit  hatun dignidade instituisaun PNTL maibe hatun mos dignidade governu no povu maubere tomak. Tanba insituisaun PNTL nudar instituisaun governu ne’ebe hari’i husi povu. Wainhira ita temi PNTL ne’e instituisaun governu, no governu ne’e mai husi povu maka ita bele katak hahalok oknum PNTL nain tolu; feto rua no mane ida ne’e estraga duni imajen povu Timor-Leste. Dala barak komando PNTL koalia rebo-rebo no renda-renda iha media katak PNTL  nia misaun atu asegura povu nia moris husi tauk ida atan nian. No, hadook povu husi hahalok kriminal hanesan  krimi organizadu, droga, prostituisaun no seluk-seluk tan. Maibe, oinsa bele realiza no fo valor ba misaun ne’ebe refere wainhira membru husi instituisaun PNTL ne’e rasik mak komete fali  hahalak ne’ebe refere? Perzisa iha atensaun ka lae?. Karik se mak bele fo atensaun ba hahalok ida ne’e? Governu?, Komando PNTL ka se? Ida ne’e persiza ita tomak nia hanoin no sujestaun.
Atu haninin hau nia hanoin folin laek ne’e, hau koko atu  husik hela hanoin ida ba governu liu-liu Sekertariu Estadu Seguransa atu fo atensaun seriu hodi fo sansaun ba oknum PNTL sira ne’ebe involve iha video porno ne’ebe refere. Tanba okum balun iha video porno ho durasaun 5:46 ho fotografia JPG hamutuk tahan 104 ne’ebe dadaun espailha iha publiku ne’e sei servisu hela iha departementu Imigrasaun nian. Nune’e mos ba Parlamentu Nasional persiza hahu ona hanoin atu halo lei anti pornografia hodi nune’e bele evita hahalok hanesan iha futuru. Hikus liu, hau rai hela perguntas balun hodi hafanu ita hotu nia hanoin atu resposta.  Alternativu saida mak governu persiza halo hodi evita aktu oknum PNTL seluk iha future? Persiza ka lae komando PNTL fo sasaun maka’as ba oknum PNTL hirak ne’e? Ka, husik deit tanba publiku haluha tiha ona kazu video porno ne’e? Ita hein resposta husi sira ne’ebe iha kompetensia ba asuntu hirak ne’e. (**).  (Kerek Jornalista Investigativu**).

CRIME CONTRA A DROGA DA SOCIEDADE

O estupefaciente termo derivado do "narke" grega que significa terbius por isso não senti nada. Enquanto isso, a Enciclopédia Americana interpretar os entorpecentes como "uma droga que entorpece os sentidos, alivia a dor, induz ao sono, e latas de Produção de dependência, em graus variados." Drogas é definida como um agente químico que é usado terapeuticamente para tratar a doença, mais amplamente, uma droga pode ser definida como qualquer agente químico attects protoplasma vivo. "
 
Segundo Kresman, a Droga (droga), é uma substância (substâncias), que quando inseridos os organismos (animais) que vivem, capazes de mudar uma ou várias funções do organismo.
Basicamente, estupefacientes e outras drogas ilícitas são os tipos de drogas que foram conhecidos no mundo da medicina. Geralmente, estes medicamentos são utilizados por médicos para fins médicos. Características de entorpecentes e drogas ilegais, que tendem a eliminar a dor, a dor e causar certos efeitos psicológicos, causas de entorpecentes e drogas ilícitas são utilizadas para o bem do oposto, que é prejudicial à saúde.

Crime de entorpecentes e drogas ilícitas (drogas) é uma forma de crime que exige tratamento sério do governo e agentes da lei. Isto porque a disseminação desse mal é muito rápido, especialmente o impacto, direta ou indiretamente, ser especialmente grave por parte da comunidade. Droga pode causar danos ao homem mental e moral, e, eventualmente, irá danificar a viabilidade de um país nos próximos dias o Lete Oriente.

Crime de drogas não é apenas um problema nacional de uma única nação, mas um problema global de muitos países. Diz-se que, por causa do crime de drogas não é crime um indivíduo, mas grupos de crime que tem / grupos do crime com as redes internacionais são muito organizado, limpo, fechado e exclusivo da natureza. Em outras palavras, o crime organizado de drogas é crime (crime organizado), conduzida por grupos de mal (organização criminosa).
Negócio da droga é um negócio com um lucro muito lucrativo. Baseado em dados de 1995, conhecida pelos benefícios advindos do mundo dos negócios pode chegar a 200-300 dólares por ano. A vantagem desse negócio das drogas um grande, que faz a indústria farmacêutica se tornou maior, mais forte e até ajudou a animar a economia mundial. Somente na Ásia, em 1999, a produção de ópio é conhecido da área de "Triângulo Dourado" (fronteira com a Tailândia, Mianmar e Laos), atingiu a cifra de 8.000 toneladas por ano, além da região do "Crescente Dourado" (fronteira com o Afeganistão, Paquistão e Irã), tanto quanto 1.200 toneladas por ano. Em Indonesi sozinho, uma oferta estimada de heroína pelo menos 40 kg a 50 kg por ano. Vendo o número de oferta de droga que continua a experimentar um forte crescimento a cada ano, o que significa um monte de viciados em drogas estão caindo.
O aumento da circulação de drogas ilícitas, de acordo com Ronny Rahman Nitibaskara causada por vários fatores: o fator internacionais, nomeadamente a alteração do regime das relações entre os países que cada vez mais facilitar a mobilidade de pessoas ao redor do mundo. Isto significa também vai facilitar a mobilidade de circulação de drogas no mundo todo.

*. sim, as mudanças em termos de:

- A forte demanda no mercado mundial negro para esses medicamentos;
- O livre comércio (livre comércio);
- O sistema financeiro global;
- O transporte é fácil;
- A comunicação é cada vez mais sofisticados.

Factores nacionais de um país, ou seja, sob a forma de as fraquezas de um país que utilizados de forma optimizada por esta organização crime de drogas. por exemplo, a má governança, kolutif, corruptos e pessoas pobres.

Vendo este tipo de delitos de drogas incluídas na categoria de crime organizado (crime organizado) e, provavelmente, realizado pela organização do mal, então o crime da droga pode ser referida como a corporação do mal (crime empresarial).
Crime Corporativo por Marshall B. Clinard e Peter C. Yeager é "o" Qualquer cometidos pelas empresas é punido pelo Estado, independentemente das condições meteorológicas, é punido nos termos da legislação administrativa, civil ou penal "(crimes que podem ser punidos pelo Estado, seja sob a lei estatal administrativo, direito civil, bem como direito penal). A categoria de crimes corporativos podem ser divididos em três, a saber: Crimes pela Corporação, o crime corporativo cometidos no interesse da própria corporação.

1.      Crimes contra as empresas, os crimes cometidos por empregados ou trabalhadores da empresa.
2. Criminal Corporation, é uma empresa formada e controlada intencionalmente a cometer um crime. Os atores desta corporação criminosa geralmente está fora dos criminosos corporativos, ea empresa é apenas como um meio para cometer um crime.
2.     
Das três categorias acima, o sindicato de crimes de droga incluídos na corporação criminosa, pois normalmente o crime de delito de drogas grupo foi formado para realizar o crime droga em si.
Hoje, um dos crimes que chamar a atenção internacional de drogas é crime. Aceleração da circulação de drogas é tão rápido e de bom gosto, essas drogas causam o crime não pode mais ser considerada apenas uma mera crimes individuais, mas pode ser classificado como crime organizado, cometidos por organizações criminosas.
Isto está de acordo com os resultados do 5 º Congresso do Ano das Nações Unidas de 1975, em Genebra para a Prevenção do Delito e Tratamento do Delinquente, que afirma que um número crescente de dimensões da criminalidade ea necessidade de obter a gravidade é a seguinte:

Crime como negócio, que é um crime que visa o ganho material por meio de atividades nos negócios ou na indústria, que geralmente é feito de forma organizada e conduzida por aqueles que têm posições de destaque na sociedade, ou mais conhecido como o crime organizado.


1. Infracções relacionadas com a obra de arte e bens culturais, objetos de cultural ou do património;
2. Crimes relacionados ao abuso de álcool e drogas;
3. O ato de violência entre os indivíduos, especialmente em adolescentes;
4. Transnacional do terrorismo e da violência;
5. Crimes relacionados com o tráfego de veículos a motor;
6. Crimes relacionados com a migração;
7. Crimes cometidos por mulheres.
Aqui, o abuso de drogas é definido como o uso de medicamentos fora de uso médico, sem a supervisão de um médico, repetidas vezes ocorrem regularmente em quantidades excessivas, causando uma interrupção no trabalho, na educação e na vida social da sociedade
O abuso de drogas é prejudicial para o material físico, psicológico e até mesmo dos usuários / dependentes. Segundo Plumeriastuti perigos das drogas são os seguintes danos físicos e mentais prejudiciais comportamento;
1. provocar acidentes;
2. causando perda de bens e de tempo;
3. miséria, porque o preço desses medicamentos caros;
4. causa da morte
Perigos das drogas que foram mencionadas acima, não só prejudicam os usuários / dependentes apenas, no final, o impacto negativo que é sentida pelo usuário é uma forma de perda também é sentida pela família dos usuários, comunidades, até mesmo países.

Em relação ao impacto negativo causado por narcóticos e drogas ilícitas, foi confirmado em uma explicação geral da Lei n º 22 de 1997 sobre Entorpecentes, que estabelece que:
"Apesar de muito útil e necessário para tratamento e serviços de saúde, mas se mal utilizado ou usado em desacordo com o padrão de tratamento, especialmente se acompanhada de narcóticos ilegais levará a um resultado que é muito prejudicial para os indivíduos ea sociedade, especialmente a geração mais jovem, ele pode até mesmo causar danos maior para a vida e os valores culturais que, em última instância poderia enfraquecer a defesa nacional. "

A julgar pelas características atuais dos crimes de drogas, crimes cometidos por organizações do crime organizado, o crime de drogas pode ser encaminhado para o crime como empresas, os pontos de vista da motivação dos agressores, mais especificamente categorizados em forma de corporação criminosa, o grupo / empresa grupos criminosos formados apenas como um meio para realizar crimes de drogas.
Crime Corporativa (crime empresarial) de acordo com a Caixa é um crime ", independentemente do tempo que só é punível por um órgão administrativo, ou indivíduos apenas tempo viola os direitos civis ... .... Poderia ser se perguntou por que os crimes corporativos quanto é tratada pelas agências administrativas e não penais Tribunais, mas isso não justifica a exclusão das empresas actos administrativos regulados por agências do estudo de crimes corporativos. "

Recomendações ao governo que o quarto liderado pelo primeiro-ministro Kai Rala Xanana Gusmão, em especial o ministro da Defesa e Segurança, e do Secretário de Estado da Polícia Militar e deve investigar casos como droga que tem acontecido em Timor Leste teritorio.

Husi: Moises V. Lopes
Alumni, Universidade da Paz (UNPAZ)
Faculdade, Direitu-Criminal, 2003

UNMIT..... La Respeita Maun Primeiru Ministru Timor Leste: Jose A. Kai Rala Xanana Gusmao

Timor Doben Furak.

Los, Tuir Ami Nia Analisa Mos...!


Hau aseita maun SEKJEN CNRT Babo nia hanoin, tamba ita hotu acompanha hela servisu UNMIT nia durante iha Timor Leste ne'e, tansa mak sira hakarak ataka mak maun PM Xanana... Se maun Xanana hakarak uja mini militar nia rasik uja tia ona. Tamba maun Xanana...lakoi povu ida ne'e terus tan, lakoi povu ida sai atan tan ba ema seluk, hodi nune'e bele hadia povu kiak nia moris iha rai ida ne'e. Tansa mak UNMIT nia hakarak ataka deit ba maun Xanana..?? Ami mos akompanha hela liu-liu UnPol nebe'e mak servisu iha ne'e UnPol pior liu tan, hau fo exemplu kiik ida konaba Ema joven ka ema ruma halo problema iha suka laran no liu-liu iha kapital Dili. ONU SÓ REVELA DITADOR NO NONO ANIVERSÁRIO DA INDEPENDÊNCIA DE TIMOR-LESTE.

Sira UnPol ne'e hare deit no nunka ba halo enterven problema sira ne'e. Agora mai iha Timor ne'e atu halo saida..?? Laos sira nia misaun atu enterven ema buka halo problema iha ita nia rai ida ne'e..?? To'o ikus fali dehan maun Xanana mak sai obstaklu ba procesu demokratiku no desenvolvimetu iha rai Timor Leste. Ne'e ba hau nia analisa ne'e la los ona..UNMIT nia hanoin sira ne'e...nemak maun Ramos Horta mos dehan tan, ema sira ne'e ema beik ten mak hasai lian hanesan ne'e, ema ne'e la konese maun Xanana Gusmao.

Husi: Moises V. Lopes
Alumni, Universidade da Paz (UNPAZ)
Fakultas, Hukum-Pidana
Angkatan, 2003